Skip to content

UUD 1945 dan Amandemen ​

Sumber: CAT-TWK (Tes Wawasan Kebangsaan).

Apa Itu UUD 1945 ​

  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 = hukum dasar tertulis (basic law), konstitusi pemerintahan NKRI.
  • Disahkan PPKI 18 Agustus 1945.
  • Sebelum perubahan: Pembukaan, Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 65 ayat), 4 pasal Aturan Peralihan, 2 ayat Aturan Tambahan, plus Penjelasan.
  • Setelah 4 kali perubahan: 16 bab, 37 pasal, 194 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan, 2 pasal Aturan Tambahan.
  • Rancangan disusun BPUPKI (Sidang Kedua, 10-17 Juli 1945), dibentuk 29 April 1945.

Periode Berlakunya UUD ​

  1. 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949: UUD 1945 (tak berjalan penuh, masa mempertahankan kemerdekaan).
  2. 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950: Konstitusi RIS 1949 — sistem parlementer.
  3. 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959: UUDS 1950 — Demokrasi Liberal/Parlementer.
  4. 5 Juli 1959 – 1966: Kembali ke UUD 1945 lewat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 (Konstituante gagal bikin UUD baru). Dikukuhkan DPR 22 Juli 1959.
    • Penyimpangan masa ini: Presiden angkat Ketua/Wakil Ketua MPR/DPR/MA & Wakil Ketua DPA jadi Menteri; MPRS tetapkan Soekarno presiden seumur hidup; G30S/PKI.
    • Orde Baru (1966-1998): UUD 1945 "disakralkan" via TAP MPR I/MPR/1983 (tak akan ubah UUD) dan TAP MPR IV/MPR/1983 + UU 5/1985 (referendum untuk ubah UUD).
  5. 21 Mei 1998 – 19 Oktober 1999: Masa transisi (Soeharto → Habibie, Timor Timur lepas).
  6. 1999-2002: Perubahan (amandemen) UUD 1945.

Latar Belakang & Tujuan Amandemen ​

  • Tuntutan Reformasi 1998; pada Orde Baru kekuasaan tertinggi di tangan MPR (bukan rakyat), kekuasaan Presiden sangat besar, pasal terlalu luwes/multitafsir.
  • Tujuan: sempurnakan tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, negara demokrasi & negara hukum.
  • Kesepakatan dasar: tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, mempertahankan NKRI (staat structuur kesatuan), mempertegas sistem presidensial.

4 Kali Amandemen ​

  1. Sidang Umum MPR 1999 (14-21 Okt 1999) → Perubahan Pertama.
  2. Sidang Tahunan MPR 2000 (7-18 Ags 2000) → Perubahan Kedua.
  3. Sidang Tahunan MPR 2001 (1-9 Nov 2001) → Perubahan Ketiga (lahirkan MK, Pasal 24C).
  4. Sidang Tahunan MPR 2002 (1-11 Ags 2002) → Perubahan Keempat.

Dampak Terhadap Lembaga Negara ​

  • MPR: dari lembaga tertinggi → lembaga tinggi negara setara dgn Presiden, DPR, DPD, BPK, MA, MK. Tak lagi tetapkan GBHN; tak lagi keluarkan TAP MPR (kecuali hal tertentu).
  • Lembaga dihilangkan: Dewan Pertimbangan Agung (DPA).
  • Lembaga baru: Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Konstitusi (MK), DPD, KPU (Pasal 22E), Bank Sentral (Pasal 23D).
  • BPK: dari 1 ayat (Pasal 23(5)) → bab sendiri Bab VIII A (Pasal 23E, 23F, 23G).
  • Presiden & Wakil Presiden: sejak Sidang MPR 2003 dipilih langsung oleh rakyat (tidak lagi oleh MPR).

Catatan belajar pribadi.