Appearance
Tes Intelegensi Umum
Sumber: Ringkasan materi latihan CPNS.
Materi TIU mencakup kemampuan verbal, numerik, dan logika. Gunakan definisi serta pola dasar berikut sebagai peta belajar.
Perbandingan
Perbandingan senilai
Dua besaran berbanding senilai jika salah satu besaran bertambah, besaran lain ikut bertambah dengan rasio tetap. Jika salah satu berkurang, besaran lain ikut berkurang.
Rumus:
a : b = c : d
a / b = c / d
Contoh hubungan: jumlah barang dan harga total, jika harga per barang tetap.
Perbandingan berbalik nilai
Dua besaran berbanding berbalik nilai jika salah satu besaran bertambah, besaran lain berkurang sehingga hasil kali keduanya tetap.
Rumus:
a x b = c x d
Contoh hubungan: jumlah pekerja dan lama pengerjaan, jika beban kerja serta kemampuan pekerja setara.
Logika Proposisi
Premis dan kesimpulan
Premis adalah pernyataan yang dijadikan dasar penalaran. Kesimpulan adalah pernyataan yang ditarik dari satu atau beberapa premis.
Pernyataan implikasi berbentuk:
p -> q
p disebut anteseden, sedangkan q disebut konsekuen.
Modus ponens
Pola modus ponens:
Jika p, maka q.
p benar.
Kesimpulan: q benar.
Modus tollens
Pola modus tollens:
Jika p, maka q.
q tidak benar.
Kesimpulan: p tidak benar.
Silogisme
Silogisme memakai premis umum dan premis khusus untuk menarik kesimpulan.
Semua p adalah q.
r adalah p.
Kesimpulan: r adalah q.
Kesimpulan harus mengikuti informasi dalam premis. Jangan menambahkan informasi yang tidak disebutkan.
Urutan dan Posisi Duduk
Urutan berjajar
- Tetapkan posisi paling kiri dan paling kanan.
- Catat posisi tetap terlebih dahulu.
- Gunakan kata sebelum, sesudah, di antara, kiri, dan kanan secara konsisten.
- Jika A berada di kiri B, posisi A lebih kecil daripada posisi B.
- Jika A berada tepat di antara B dan C, susunan dapat berupa
B - A - CatauC - A - B.
Posisi melingkar
- Tetapkan satu orang sebagai titik acuan untuk menghilangkan susunan yang sama karena rotasi.
- Untuk menghadap pusat, kanan bergerak searah jarum jam dan kiri berlawanan arah jarum jam.
- Untuk membelakangi pusat, arah kanan dan kiri berlawanan dengan aturan menghadap pusat.
- Hubungan bersebelahan berarti posisi memiliki jarak satu kursi.
Posisi relatif
Posisi relatif ditentukan dari sudut pandang yang dipakai. Tetapkan sudut pandang sebelum membaca kiri, kanan, depan, atau belakang agar arah tidak tertukar.
Hubungan Keluarga
Hubungan langsung
- Ayah atau ibu: orang tua.
- Anak laki-laki atau perempuan: keturunan langsung dari orang tua.
- Kakak atau adik: saudara dengan urutan usia lebih tua atau lebih muda.
- Kakek atau nenek: orang tua dari ayah atau ibu.
- Cucu: anak dari anak.
Hubungan melalui saudara orang tua
- Paman: saudara laki-laki dari ayah atau ibu.
- Bibi: saudara perempuan dari ayah atau ibu.
- Keponakan: anak dari saudara kandung atau saudara lain sesuai konteks soal.
- Sepupu: anak dari paman atau bibi.
Hubungan melalui pernikahan
- Mertua: orang tua dari pasangan.
- Menantu: pasangan dari anak.
- Ipar: saudara dari pasangan atau pasangan dari saudara.
Cara menelusuri hubungan
Mulai dari orang pertama, ikuti setiap hubungan sampai orang kedua. Setiap perpindahan satu generasi ke atas atau ke bawah harus dicatat agar hubungan akhir tidak tertukar.
Operasi Hitung Dasar
- Kerjakan tanda kurung terlebih dahulu.
- Dahulukan perkalian dan pembagian.
- Kerjakan penjumlahan dan pengurangan setelahnya dari kiri ke kanan.
- Pecahan dapat disamakan penyebutnya sebelum dijumlahkan atau dikurangkan.
- Persentase berarti per seratus, sehingga
x% = x / 100. - Rata-rata = jumlah seluruh nilai dibagi banyak data.
Analogi Kata
Analogi mencari hubungan antara pasangan kata, kemudian menerapkan hubungan yang sama pada pasangan berikutnya.
Pola hubungan yang umum:
- Bagian dan keseluruhan.
- Sebab dan akibat.
- Alat dan fungsi.
- Profesi dan tempat kerja.
- Sinonim dan antonim.
- Objek dan sifat.
Cari hubungan paling spesifik. Hubungan yang hanya mungkin tetapi tidak pasti tidak boleh dipakai sebagai dasar jawaban.
Padanan Hubungan Kata
Padanan hubungan kata menguji kesamaan pola makna, bukan sekadar kemiripan bunyi. Ubah pasangan pertama menjadi kalimat hubungan, lalu uji apakah kalimat itu berlaku untuk pasangan kedua.
A berfungsi untuk B.
C berfungsi untuk D.
Jika pola hubungan tidak sama, pasangan tersebut bukan padanan yang tepat.