Appearance
Bhinneka Tunggal Ika
Arti
- Bhinna-Ika-Tunggal-Ika = "berbeda-beda tetapi pada hakekatnya satu".
- Meskipun beragam, pada hakekatnya satu: satu bangsa dan negara Republik Indonesia.
- Berasal dari bahasa Sanskerta, termuat dalam Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular pada masa Majapahit.
- Kalimat lengkap: "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa": tidak ada kebenaran yang mendua.
Sejarah
- Perumusan "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa" oleh Mpu Tantular sebagai daya kreatif mengatasi keanekaragaman kepercayaan & keagamaan masa Majapahit.
- Mengangkat nilai inspiratif bagi sistem pemerintahan masa kemerdekaan → diabadikan sebagai semboyan dalam lambang NKRI Garuda Pancasila.
- Dalam Kakawin Sutasoma: ditekankan pada perbedaan kepercayaan/agama. Dalam Garuda Pancasila: diperluas ke suku, bahasa, adat istiadat (budaya), dan perbedaan kepulauan.
- Ditetapkan PP No. 66 Tahun 1951 (17 Oktober 1951) tentang Lambang Negara.
Dasar Hukum
- Pasal 36A UUD 1945: "Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika."
Makna
- Semboyan nasional yang menuntun pemahaman bahwa walaupun beraneka ragam, tetap satu.
- Keanekaragaman (suku, sejarah, adat, bahasa, budaya) bukan penghalang, melainkan kekayaan bangsa.
- Keanekaragaman bersatu dalam satu sintesa yang memperkaya makna persatuan.
- Lebih dari 300 suku bangsa di Indonesia; ratusan bahasa daerah (S.J. Esser mencatat 102 bahasa; di Papua saja 185 bahasa lokal). Bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa pengantar sejak abad ke-13 → mempermudah penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (Sumpah Pemuda 1928).
Landasan Teoretis (prinsip-prinsip)
- Kesatuan dari keanekaragaman tanpa pembenturan: tidak membentuk agama baru; tiap agama diakui apa adanya; dicari common denominator (titik kesamaan) sebagai pegangan.
- Tidak sektarian & eksklusif: bersifat inklusif: mengakui keanekaragaman, menumbuhkan kebersamaan, toleransi, kerjasama, saling percaya.
- Tidak formalistis: dilandasi saling mempercayai, menghormati, mencintai dalam hidup rukun & damai.
- Konvergen, tidak divergen: perbedaan tidak dibesar-besarkan; dicari titik temu lewat kesepakatan, dilandasi sikap toleran, non-sektarian, inklusif, akomodatif, gotong royong.
sikap yamg harus ditunjukkan dalam menghadapi perbedaan adalah mengedepankan prinsip konvergen sebab upaya untuk meminimalisir konflik
Perkembangan & Tantangan
- Kemajemukan dikaitkan modernisasi → dua sisi: sebagian maju, sebagian (masyarakat hukum adat) tertinggal & terpencil.
- Negara wajib memberikan pengakuan & perlindungan bagi masyarakat hukum adat (dijamin konstitusi, lihat Pasal 18B UUD 1945).
- Ancaman: hilangnya budaya/kepercayaan lokal, tekanan kepentingan global/korporasi atas sumber daya alam yang meminggirkan hak ulayat masyarakat adat.
- Budaya & agama saling memengaruhi sepanjang sejarah (mis. kerajaan Sriwijaya & Majapahit dipengaruhi Hindu).
Catatan Lain
- Semboyan Bhinneka Tunggal Ika: Mpu Tantular, Kakawin Sutasoma (Majapahit).
- Diabadikan di Garuda Pancasila; dasar hukum Pasal 36A UUD 1945 & PP 66/1951.
- Arti: berbeda-beda tetapi satu.
- Kalimat lengkap: "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa".