Skip to content

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ​

Sumber: UUD 1945 (asli), BAB VII, Pasal 19-22.

Kedudukan ​

  • Lembaga perwakilan rakyat dalam legislasi & pengawasan anggaran.
  • Kedudukannya kuat — tidak bisa dibubarkan oleh Presiden (beda dengan sistem parlementer).
  • Semua anggota DPR merangkap menjadi anggota MPR.
  • Dapat senantiasa mengawasi tindakan Presiden.

Pasal 19 ​

(1) Susunan Dewan Perwakilan Rakyat ditetapkan dengan undang-undang. (2) Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.

Pasal 20 ​

(1) Tiap-tiap undang-undang menghendaki persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. (2) Jika sesuatu rancangan undang-undang tidak mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat, maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.

Pasal 21 ​

(1) Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak memajukan rancangan undang-undang. (2) Jika rancangan itu, meskipun disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat, tidak disyahkan oleh Presiden, maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.

Pasal 22 ​

(1) Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. (2) Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang berikut. (3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut.

Tugas & Wewenang ​

  • Memberi persetujuan tiap rancangan undang-undang dari pemerintah.
  • Hak inisiatif: memajukan/menetapkan rancangan undang-undang.
  • Hak budget (hak begrooting) — menyetujui anggaran pendapatan & belanja negara (Pasal 23).
  • Mengontrol pemerintah melalui persetujuan UU & anggaran.
  • Menyetujui pernyataan perang, perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain (Pasal 11).
  • Memberi persetujuan atas Perpu (peraturan pemerintah pengganti UU), Pasal 22.

Pasca Amandemen (dari CAT-TWK) ​

  • Fungsi DPR: legislasi, anggaran, dan pengawasan.
  • Terdiri atas anggota partai politik peserta pemilu, dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum.
  • Masa jabatan anggota 5 tahun.
  • Sejarah: lahir dari KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), dibentuk 29 Agustus 1945 → hari lahir DPR RI.
  • Tugas & wewenang (lengkap):
    1. Membentuk UU yang dibahas dengan Presiden untuk persetujuan bersama.
    2. Membahas & memberi persetujuan atas Perpu.
    3. Menerima & membahas usulan RUU dari DPD (bidang tertentu).
    4. Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD.
    5. Pengawasan pelaksanaan UU, APBN, kebijakan pemerintah.
    6. Memilih anggota BPK (dengan pertimbangan DPD).
    7. Membahas & menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK.
    8. Persetujuan pengangkatan/pemberhentian anggota KY.
    9. Persetujuan calon hakim agung (usulan KY).
    10. Memilih 3 calon hakim konstitusi untuk diajukan ke Presiden.
    11. Pertimbangan kepada Presiden: angkat duta, terima duta negara lain, pemberian amnesti & abolisi.
    12. Persetujuan perang, perdamaian, perjanjian dengan negara lain.
  • Hak judikasi & legislasi DPR: hak interpelasi, hak angket, hak menyatakan pendapat.
  • Hak anggota: mengajukan RUU, mengajukan pertanyaan, usul & pendapat, membela diri, imunitas, protokoler.
  • Dapat meminta pejabat negara/pemerintah/badan hukum/warga untuk memberi keterangan (UU 27/2009).
  • Alat kelengkapan: Pimpinan (kolektif kolegial: ketua + 4 wakil), Komisi, Badan Musyawarah (Bamus), Badan Anggaran, Badan Kehormatan (BK).

Catatan belajar pribadi.